MATA IPS

Senin, 24 September 2012

STRUKTUR SOSIAL


BAB 1
STRUKTUR SOSIAL

Standar kompetensi :  5.  Memahami Struktur Sosial serta Berbagai Faktor Penyebab Konflik dan Mobilitas Sosial
Kompetensi Dasar    : 5.1  Mendeskripsikan bentuk-bentuk struktur sosial dalam fenomena kehidupan
Tujuan Kegiatan Belajar (TKB)
Setelah melakukan kegiatan belajar, siswa dapat :
1.    Menjelaskan definisi struktur sosial
2.    Mengidentifikasi Struktur sosial
3.    Mendeskripsikan fungsi struktur sosial
4.    Menjelaskan bentuk struktur sosial

RINGKASAN MATERI
A. Definisi Struktur Sosial
Secara harfiah, struktur bisa diartikan sebagai susunan atau bentuk. Struktur tidak harus dalam bentuk fisik, ada pula struktur yang berkaitan dengan sosial. Menurut ilmu sosiologi, struktur sosial adalah tatanan atau susunan sosial yang membentuk kelompok-kelompok sosial dalam masyarakat. Susunannya bisa vertikal atau horizontal.
Para ahli sosiologi merumuskan definisi struktur sosial sebagai berikut:
1.    George Simmel: struktur sosial adalah kumpulan individu serta pola perilakunya.
2.    George C. Homans: struktur sosial merupakan hal yang memiliki hubungan erat dengan perilaku sosial dasar dalam kehidupan sehari-hari.
3.    William Kornblum: struktur sosial adalah susunan yang dapat terjadi karena adanya pengulangan pola perilaku undividu.
4.    Soerjono Soekanto: struktur sosial adalah hubungan timbal balik antara posisi-posisi dan peranan-peranan sosial.
   
B. Hakikat Struktur Sosial
Suatu sistem sosial tidak hanya berupa kumpulan individu tetapi juga berupa hubungan-hubungan sosial dan sosialisasi yang membentuk nilai-nilai dan adat istiadat sehingga terjalin kesatuan hidup bersama yang teratur dan berkesinambungan.
Struktur sosial adalah cara bagaimana suatu masyarakat terorganisasi dalam hubungan-hubungan yang dapat diprediksikan melalui pola perilaku berulang antar individu dan antar kelompok dalam masyarakat tersebut. Struktur sosial dapat diartikan sebagai jalinan antara struktur-struktur sosial yang pokok yaitu kaidah-kaidah / norma-norma sosial, lembaga-lembaga sosial dan lapisan-lapisan sosial.
Dari difinisi tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa setiap struktur social yang muncul dalam kehidupan masyarakat dapat terjadi karena ada unsur-unsur sebagai berikut:
a.    Individu
           Individu sebagai pembentuk masyarakat dalam hal ini juga bertindak sebagai pembentuk struktur social. Tidak ada struktur socialpun yang yang dapat berdiri sendiri tanpa peranan individu-individu dalam masyarakat.
b.    Interaksi
Walaupun sederhana pola interaksi antarindividu dalam masyarakat juga membentuk struktur social. Disinilah akan ditentukan apakah struktur social yang terbentuk akan mengarah pada integrasi atau disintegrasi
Adapun elemen dasar dari struktur social itu adalah sebagai berikut :
1.  Status sosial
         Status sosial merupakan kedudukan atas posisi sosial seseorang dalam kelompok masyarakat. Status sosial terbagi menjadi tiga yaitu sebagai berikut,
a.    Ascribed Status
Status yang diperoleh secara otomatis atau dengan sendirinya, karena kelahiran atau keturunan.
Contoh : gelar kebangsawanan, jenis kelamin
b.    Achieved Status
Status yang diperoleh dengan usahanya sendiri.
Contoh : gelar kependidikan.
c.    Assigned Status
Status yang didapatkan karena jasa-jasanya yang tertentu.
Contoh : pemberian gelar kepahlawanan, piagam penghargaa dll.
2.      Peran sosial
Peran sosial adalah seperangkat harapan terhadap seseorang yang menempati suatu posisi atau status sosial tertentu.
3.      Kelompok
         Kelompok adalah sejumlah orang yang memiliki norma – norma ,nilai-nilai,dan harapan yang sama , serta secara sadar dan teratur saling interaksi.
4.  institusi/lembaga
     Institusi adalah pola terorganisai dan kepercayaan dan perilaku yang dipusatkan pada kebutuhan tertentu.
 
C. Ciri-ciri Struktur Sosial
1.  Muncul pada kelompok masyarakat
Struktur sosial hanya bisa muncul pada individu-individu yang memiliki status dan peran. Status dan peranan masing-masing individu hanya bisa terbaca ketika mereka berada dalam suatu sebuah kelompok atau masyarakat.
Pada setiap sistem sosial terdapat macam-macam status dan peran indvidu. Status yang berbeda-beda itu merupakan pencerminan hak dan kewajiban yang berbeda pula.
2.  Berkaitan erat dengan kebudayaan
Kelompok masyarakat lama kelamaan akan membentuk suatu kebudayaan. Setiap kebudayaan memiliki struktur sosialnya sendiri. Indonesia mempunyai banyak daerah dengan kebudayaan yang beraneka ragam. Hal ini menyebabkan beraneka ragam struktur sosial yang tumbuh dan berkembang di Indonesia.
Hal-hal yang mempengaruhi struktur sosial masyarakat Indonesia adalah sebagai berikut:
a.      Keadaan geografis
Kondisi geografis terdiri dari pulau-pulau yang terpisah. Masyarakatnya kemudian mengembangkan bahasa, perilaku, dan ikatan-ikatan kebudayaan yang berbeda satu sama lain.
b.      Mata pencaharian
Masyarakat Indonesia memiliki mata pencaharian yang beragam, antara lain sebagai petani, nelayan, ataupun sektor industri.
c.      Pembangunan
Pembangunan dapat memengaruhi struktur sosial masyarakat Indonesia. Misalnya pembangunan yang tidak merata antra daerah dapat menciptakan kelompok masyarakat kaya dan miskin.
3.      Dapat berubah dan berkembang
Masyarakat tidak statis karena terdiri dari kumpulan individu. Mereka bisa berubah dan berkembang sesuai dengan tuntutan zaman. Karenanya, struktur yang dibentuk oleh mereka pun bisa berubah sesuai dengan perkembangan zaman.
Ada juga ciri strukur social menurut ahli lain diantaranya:
a.    Bersifat abstrak
b.    Terdapat Dimensi Horisontal dan Vertikal
c.    Sebagai landasan sebuah proses sosial dalam suatu masyarakat

D. Jenis – jenis struktur  sosial  (Dilihat Dari Sifatnya)
1.      Struktur sosial Kaku
    suatu struktur sosial yang tidak dapat diubah dan anggota masyarakat menghadapi mobilitas sosial.
2.    Struktur sosial Luwes           
    Suatu struktur sosial yang dimana para anggota  masyarakat mempunyai kebebasan dalam melakukan mobilitas sosial dan perubahan.
3.    Struktur sosial Formal
    Struktur sosial yang yang diakui keberadaanya oleh pihak berwenang
4.    Struktur sosial InFormal
    Struktur sosial yang nyata keberadaanya tetapi tidak memiliki ketetapan hukum serta tidak diakui oleh lembaga dan pihak berwenang


E. Fungsi Struktur Sosial
1.  Fungsi Identitas
Struktur sosial berfungsi sebagai penegas identitas yang dimiliki oleh sebuah kelompok. Kelompok yang anggotanya memiliki kesamaan dalam latar belakang ras, sosial, dan budaya akan mengembangkan struktur sosialnya sendiri sebagai pembeda dari kelompok lainnya.
2.  Fungsi Kontrol
Dalam kehidupan bermasyarakat, selalu muncul kecenderungan dalam diri individu untuk melanggar norma, nilai, atau peraturan lain yang berlaku dalam masyarakat. Bila individu tadi mengingat peranan dan status yang dimilikinya dalam struktur sosial, kemungkinan individu tersebut akan mengurungkan niatnya melanggar aturan. Pelanggaran aturan akan berpotensi menibulkan konsekuensi yang pahit.
3.  Fungsi Pembelajaran
Individu belajar dari struktur sosial yang ada dalam masyarakatnya. Hal ini dimungkinkan mengingat masyarakat merupakan salah satu tempat berinteraksi. Banyak hal yang bisa dipelajari dari sebuah struktur sosial masyarakat, mulai dari sikap, kebiasaan, kepercayaan dan kedisplinan.

F.     Bentuk Struktur Sosial
    Bentuk struktur sosial terdiri dari stratifikasi sosial dan diferensiasi sosial. Masing-masing punya ciri tersendiri.
1.     Stratifikasi Sosial
      Stratifikasi berasal dari kata strata atau tingkatan. Stratifikasi sosial adalah struktur dalam  masyarakat yang membagi masyarakat ke dalam tingkatan-tingkatan.
    Ukuran yang dipakai bisa kekayaan, pendidikan, keturunan, atau kekuasaan. Max Weber menyebutkan bahwa kekuasaan, hak istimewa dan prestiselah yang menjadi dasar terciptanya stratifikasi sosial. Adanya perbedaan dalam jumlah harta, jenjang pendidikan, asal-usul keturunan, dan kekuasaan membuat manusia dapat disusun secara bertingkat. Ada yang berada di atas, ada pula yang menempati posisi terbawah.
    Berdasarkan sifatnya, stratifikasi sosial dapat dibagi menjadi 2:
a.    Stratifikasi Sosial Tertutup
      Adalah stratifikasi sosial yang tidak memungkinkan terjadinya perpindahan posisi (mobilitas sosial)
b.    Stratifikasi Sosial terbuka
         Adalah stratifikasi yang mengizinkan adanya mobilitas, baik naik ataupun turun. Biasanya stratifikasi ini tumbuh pada masyarakat modern.
c.    Stratifikasi Sosial Campuran
         Hal ini bisa terjadi bila stratifikasi sosial terbuka bertemu dengan stratifikasi sosial tertutup. Anggotanya kemudian menjadi anggota dua stratifikasi sekaligus. Ia harus menyesuaikan diri terhadap dua stratifikasi yang ia anut.

Dalam kehidupan masyarakat terkadang tingkatan individu dapat mengalami perubahan karena adaanya mobilitas social. Yang mana bentuk-bentuk mobilitas sosial: 
a.     Mobilitas Sosial Horizontal
         Di sini, perpindahan yang terjadi tidak mengakibatkan berubahnya status dan kedudukan individu yang  melakukan  mobilitas.
b.     Mobilitas Sosial Vertikal
         sosial yang terjadi mengakibatkan terjadinya perubahan status dan kedudukan individu.

 Mobilitas sosial vertikal terbagi menjadi 2:
•    Vertikal naik
      Status dan kedudukan individu naik setelah terjadinya mobilitas sosial tipe ini.
•    Vertikal turun
      Status dan kedudukan individu turun setelah terjadinya mobilitas sosial tipe ini.
c.      Mobilitas antargenerasi
         Ini bisa terjadi bila melibatkan dua individu yang berasal dari dua generasi yang berbeda.
d.    Mobilitas Intergenerasi
    Ini hanya melibatkan satu individu, yang dilihat dari perubahan status dan kedudukannya dari satu waktu ke waktu

Faktor-faktor yang mempengaruhi stratifikasi sosial atau criteria yang dijadikan kuran untuk mengelompokkan anggota masyarakat antara lain sebagai berikut:
a. Dasar ekonomi/kekayaan
Berdasarkan status ekonomi yang dimilikinya, masyarakat dibagi menjadi:
1)      Golongan Atas
         Termasuk golongan ini adalah orang-orang kaya, pengusaha, penguasan atau orang yang memiliki 1`penghasilan besar.
2)      Golongan Menengah
         Terdiri dari pegawai kantor, petani pemilik lahan dan pedagang.;
3)      Golongan Bawah
         Terdiri dari buruh tani dan budak.
•    Kelas atas, yaitu orang-orang yang karena penghasilan atau kekayaannya  dengan leluasa dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan  hidupnya
•    Kelas menengah, yaitu orang-orang yang karena penghasilan dan kekayaannya dapat leluasa memenuhi kebutuhan hidup mendasarnya, tetapi tidak leluasa untuk kebutuhan-kebutuhan lainnya
•    Kelas bawah, yaitu orang-orang yang dengan sumberdaya ekonominya hanya dapat memenuhi kebutuhan hidup mendasarnyanya, tetapi tidak leluasa, atau bahkan tidak mampu untuk itu.
b. Dasar pendidikan
Orang yang berpendidikan rendah menempati posisi terendah, berturut-turut hingga orang yang memiliki pendidikan tinggi. Status sseorang juga ditentukan oleh penguasaan atau keahlian khusus lain seperti dalam bidang agma, ketrampilan, kesaktian dll.
c. Dasar kekuasaan
Stratifikasi jenis ini berhubungan erat dengan wewenang atau kekuasaan yang dimiliki oleh seseorang. Semakin besar wewenang atau kekuasaan seseorang, semakin tinggi strata sosialnya. Penggolongan yang paling jelas tentang stratifikasi sosial berdasarkan kekuasaan terlihat dalam dunia politik.
d.  keturunan
Keturunan yang dimaksud adalah keturunan yang berdasarkan kebangsawanan atau kehormatan bukan kekayaan atau kekuasan. Ketururnan bangsawan biasanya akan menempati lapisan atas.

Dampak adanya stratifikasi sosial:
a. Dampak Positif
Orang yang berada pada lapisan terbawah akan termotivasi dan terpacu semangatnya untuk bisa meningkatkan kualitas dirinya, kemudian mengadakan mobilitas sosial ke tingkatan yang lebih tinggi.
b. Dampak Negatif
Dapat menimbulkan kesenjangan sosial

Status sosial
Unsur penting dalam stratifikasi sosial adalah status. Apakah status? Status adalah Posisi atau kedudukan atau tempat seseorang atau kelompok dalam struktur sosial masyarakat atau pola hubungan sosial tertentu.
Status seseorang dapat diperoleh sejak kelahirannya (ascribed status), diberikan karena jasa-jasanya (assigned status), atau karena prestasi dan perjuangannya (achived status). Masyarakat modern lebih menghargai status-status yang diperoleh melalui prestasi atau perjuangan, masyarakat feudal lebih menghargai status yang diperoleh sejak lahir.
Apakah kelas sosial?
•    Segolongan orang yang menyandang status relatif sama
•    Memiliki cara hidup tertentu
•    Sadar akan privelege (hak istimewa) tertentu, dan
•    memiliki prestige (gengsi kemasyarakatan) tertentu
Apakah simbol status?
•    Simbol “sesuatu” yang oleh penggunanya diberi makna tertentu
•    Ciri-ciri/tanda-tanda yang melekat pada diri seseorang atau kelompok yang secara relatif dapat menunjukkan statusnya
•    Antara lain: cara berpakaian,cara berbicara, cara belanja, desain rumah, cara mengisi waktu luang, keikutsertaan dalam organisasi, tempat tinggal,cara berbicara, perlengkapan hidup, akses informasi, dst.
Konsekuensi perbedaan status dalam pelapisan sosial masyarakat?
•    Cara hidup (cara berfikir, berperasaan dan bertindak) yang berbeda: sikap politik, kepedulian sosial, keterlibatan dalam kelompok sosial, dst.). Ingat: PS = f(S + K), bahwa perilaku sosial pada dasarnya merupakan fungsi dari struktur sosial dan kebudayaan.  Jawablah: mengapa seorang individu menyebut orangtuanya sebagai mama dan papa, bukan ayah dan ibu, bukan bapak dan ibu, atau bapak dan simbok?
•    Prestige (gengsi/kehormatan sosial) yang berbeda
•    Privilege (hak istimewa) yang berbeda
•    Peluang Hidup Yang Berbeda



2. Diferensiasi Sosial
Menurut Soerjono Soekanto, diferensiasi sosial adalah penggolongan masyarakat atas perbedaan-perbedaan tertentu yang biasanya sama atau sejajar. Seperti perbedaan suku, agama, ras, bahasa dl.
Diferensiasi social ditandai oleh cirri-ciri berikut ini:
•    ciri fisik     : warna kulit, bentuk muka, rambut , hidung, mata dsb
•    ciri social     : peran social, status social, prestise dan kekuasaan dsb
•    ciri budaya     : agama, kepercayaan, bahasa, kesenian, profesi, pakaian, dsb
Adzan wahiddien menjelaskan pengelompokan dalam masyarakat terbentuk atas delapan criteria diferensiasi sosial, antara lain:
1.    Diferensiasi Ras
Ras adalah suatu kelompok manusia yang memiliki cirri-ciri fisik bawaan yang sama. Diperensiasi ras adalah pengelompokan masyarakat berdasarkan ciri-ciri fisiknya.
Secara garis besar manusia terbagi kedalam ras-ras sebagai berikut:
a.   Menurut  A..L. Krober
1)   Austroloid, mencakup penduduk asli Australia (Aborigin).
2)   Mongoloid
-    Asiatik Mongoloid (Asia Utara, Asia Tengah dan Asia Timur).
-    Malayan Mongoloid (Asia Tenggara dan Penduduk Asli Taiwan).
-    American Mongoloid (Penduduk asli Amerika).
3)   Kaukasoid
-    Nordic (Erofa Utara, sekitar Laut Baltik).
-    Alpine (Erofa Tengah dan Erofa Timur).
-    Mediterania (sekitar Laut Tengah, Afrika Utara, Armenia, Arab, Iran).
-    Indic (Pakistan, India, Bangladesh, Sri Langka).
4)  Negroid
-    African Negroid (Benua Afrika).
-    Negrito (Afrika Tengah, Semenanjung Malaya yang dikenal dengan nama orang Semang, Filipina).
-    Malanesian (Irian, Melanesia).
5)  Ras-ras Khusus (tidak dapat diklasifikasikan kedalam empat ras pokok)
-    Bushman (gurun Kalahari, Afrika Selatan).
-    Veddoid (pedalaman Sri Langka, Sulawesi Selatan).
-    Polynesian (kepulauan Micronesia, dan Polinesia).
-    Ainu ( di pulau Hokkaido dan Karafuto Jepang).

b.   Menurut Ralph Linton
1)    Mongoloid
Ciri-ciri:
-    kulit kuning sampai sawo mateng
-    rambut lurus
-    bulu badan sedikit
-    mata sipit (Asia Mongoloid)
•    Mongoloid Asia : Sub Ras Tionghoa (Jepang, Vietnam, Taiwan)
Sub Ras Melayu (Malaysia, Filipina, Indonesia)
•    Mongoloid Andian (orang Indian di Amerika)
2)    Kaukasoid
Ciri-ciri:
-    hidung mancung
-    kulit putih
-    rambut pirang sampai coklat kepirang kehitaman
-    kelopak mata lurus
•    Ras Nordic
•    Alpin Mediteran
•    Armenoid
•    India
3)  Negroid
Ciri-ciri:
-    rambut keriting
-    kulit hitam
-    bibir tebal
-    kelopak mata lurus
       Indonesia didiami oleh bermacam-macam Sub Ras, antara lain:
•    Negrito, suku Semang di Semenanjung Malaya dan sekitarnya.
•    Veddoid, suku Sakai di Riau, Kubu di Sumatra Selatan, Toala dan Tomuna di   Sulawesi.
•    Neo Melanosoid, kepulauan Kei dan Aru.
•    Melayu:
-    Melayu Tua (Proto Melayu), orang Batak, Toraja dan Dayak.
-    Melayu Muda (Deutro Melayu), orang Aceh, Minang, Bugis/Makasar.
2.      Diferensiasi Suku Bangsa (Etnis)
Menurut Hassan Shadily MA, suku bangsa atau etnis adalah segolongan rakyat yang masih dianggap mempunyai hubungan biologis.
Diferensiasi suku bangsa merupakan penggolongan manusia berdasarkan ciri-ciri biologis yang sama, seperti ras, namun suku bangsa memiliki kesamaan budaya sebagai berikut:
-    Ciri fisik
-    Bahasa daerah
-    Kesenian
-    Adat-istiadat
Suku bangsa yang ada di Indonesia yaitu sebagai berikut:
•    Pulau Sumatra : Aceh, Batak, Minangkabau, Bengkuku, Jambi, Palembang, Melayu dan sebagainya.
•    Pulau Jawa : Sunda, Jawa, Tengger dan sebagainya.
•    Pulau Kalimantan : Dayak, Banjar dan sebagainya.
•    Pulau Sulawesi : Bugis, Toraja, Minahasa, Toil-Toli, Makassar, Bolaang-mangondow, Gorontalo dan  sebagainya.

       •    Kepulauan Nusa Tenggara : Bali, Bima Lombok, Flores, Timoer, Rote.
       •    Kepulauan Maluku dan Irian : Ternate, Tidore, Dani Asmat.
3.      Diferensiasi Klen (Clan)
Klen / kerabat luas / keluarga besar. Klen merupakan kesatuan keturunan (genealogis), kesatuan kepercayaan (religiomagis) dan kesatuan adat (tradisi). Klen adalah system social berdasarkan ikatan darah atau keturunan yang sama umumnya terjadi di masyarakat unilateral baik melalui garis ayah (patrilineal) atau ibu (matrilineal).
a.  Klen atas dasar garis keturunan ayah (patrilineal) terdapat pada:
-    Masyarakat Batak (sebutan Marga)
-    Marga Batak Karo : Ginting, Sembiring, Singarimbun, Barus, Tambun, Paranginangin.
-    Marga Batak Toba : Nababan, Simatupang, Siregar.
-    Marga Batak Mandailing : Harahap, Rangkuti, Nasution, Batubara, Daulay.
         -    Masyarakat Minahasa (klennya disebut Fam) antara lain : Mandagi, Lasut, Tombokan, Pangkarego,   Paat, Supit.
         -    Masyrakat Ambon (klennya disebut Fam) antara lain : Pattinasarani, Latuconsina, Lotul, Manuhutu, Goeslaw.
         -    Masyarakat Flores (klennya disebut Fam) antara lain : Fernandes, Wangge, Da Costa, Leimena, Kleden, De-Rosari, Paeira.
      b.  Klen atas dasar garis keturunan ibu (matrilineal) antara lain terdapat pada masyarakat
-    Minangkabau, klennya disebut suku yang merupakan gabungan dari kampung-kampung, nama klennya antara lain : Koto, Piliang, Chaniago, Sikumbang, Melayu, Solo, Dalimo, Kampai dan sebagainya.
-    Masyarakat Flores, yaitu suku Ngadu juga menggunakan system matrilineal.
4.    Diferensiasi Agama
Diferensiasi agama adalah pengelompokan masyarakat berdasarkan agama/kepercayaannya. Di Indonesia kita mengenal agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Konghuchu, dan kepercayaan lainnya.
5.    Diferensiasi Profesi (pekerjaan)
Diferensiasi profesi adalah pengelompokan masyarakat atas dasar jenis pekerjaan atau profesinya. Profesi biasanya berkaitan dengan keterampilan khusus. Misal profesi guru memerlukan keterampilan khusus, seperti: pandai berbicara, bisa membimbing, sabar dan sebagainya. Perbedaan profesi akan mempengaruhi pola sikap dan prilaku dalam masyarakat Komunitas guru akan berbeda dengan komunitas pedagang, dokter, atau profesi lainnya.
6.    Diferensiasi Jenis Kelamin
Jenis kelamin merupakan kategori dalam masyarakat yang didasarkan pada perbedaan fisisk biologis. Perbedaan biologis ini dapat kita lihat dari struktur organ reproduksi, bentuk tubuh, suara, dan sebagainya. Atas dasar itu maka ada kelompok laki-laki/pria dan kelompok wanita/perempuan.
7.    Diferensiasi Asal Daerah
Diferensiasi ini merupakan pengelompokan manusia berdasarkan asal daerah atau tempat tinggalnya, desa atau kota. Terbagi menjadi:
-    masyarakat desa : kelompok orang yang tinggal di pedesaan atau berasal dari desa.
-    Masyarakat kota : kelompok orang yang tinggal di perkotaan atau berasal dari kota.
Perbedaan orang desa dengan orang kota dapat ditemukan dalam hal-hal berikut:
-    perilaku
-    tutur kata
-    cara berpakaian
-    cara menghias rumah dan sebagainya.
8.    Diferensiasi Partai
Diferensiasi partai adalah perbedaan masyarakat dalam kegiatannya mengatur kekuasaan negara, yang berupa kesatuan-kesatuan social, seazas, seideologi dan sealiran.

G. PENGARUH BENTUK- BENTUK STRUKTUR SOSIAL DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT
     1.   Pengaruh stratifikasi sosial antara lain:
    Cara Berpakaian
    Tempat Tinggal
    Cara Berbicara
    Pendidikan
    Kegemaran dan Rekreasi
     2.  Pengaruh Diferensiasi sosial antara lain :
    Rasialisme
    Etnosentrisme
    Kesombongan religius
    Primordialisme
    Sektarian (politik Aliran)



Evaluasi kompetensi siswa 1

A.   Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, d atau e pada jawaban yang benar!
1.      Struktur social adalah pola prilaku berulang-ulang yang menciptakan hubungan antar indiidu dan antar kelompok ddalam masyarakat.  Pernyataan di atas adalah pengertian struktur social menurut…..
    a.  kornblum      b. Coleman    c. George C. Homan       d. Talcott Parson        e. Soerjono Soekanto
2.    Struktur social apabila ditinjau secara vertical akan menghasilkan…….
    a. diferensiasi social                                                       d. dinamika social
    b. stratifikasi social                                                        e. peran dan status social
    c. struktur social
3.     Pola sikap dan prilaku yang harus diperbuat seseorang sesuai dengan status yang disandangnya dalam masyarakat disebut……
    a. diferensiasi social                                                       d. prilaku social
    b. stratifikasi social                                                        e. peran social
    c. status social
4.    Perbedaan antara ascribed status dengan assigned status terletak pada……
    a. cara mneggunakan status tersebut
    b. cara pemanfaatan bagi menusia
    c. prilaku masing-masing pemilik
    d. caara memperoleh
    e. reaksi masyarakat pada pemiliknya

5.     Profesi guru, dokter, insinyur tergolong contoh dari……
    a. Ascribed status                                                        d. Achieved status
    b. Assigned Status                                                      e. Role Status
    c. konflik status
6.     Yang bukan merupakan cirri dari struktur social ialah……
    a. struktur social merupakan seluruh kebudayaan masyarakat
    b. struktur social mengacu pada hubungan social yang dapat memberi bentuk dasar pada masyarakat
    c. struktur social mencakup semua hubungan social antara individu-individu pada saat tertentu
    d. struktur social merupakan tahapan perubahan dan perkembangan masyarakat
    e. struktur social untuk menanamkan disiplin suatu kelompok
7.     Seorang wanita harus memilih sebagai wabita karier atau ibu rumah tangga, merupakan……
    a. konflik antar kelompok                                           d. konflik status pekerjaan
    b. konflik antar individu                                               e. konflik yang kompleks
    c. konflik status  yang bersifat individual
8.    Bila seseorang mengingat peranan dan status yang dimilikinya dalam struktur sosial, kemungkinan individu tersebut akan mengurungkan niatnya melanggar aturan. Hal ini merupakan fungsi struktur social sebagai…….
    a. Kontrol          b. Pembelajaran       c. Identitas             d. Peran               e. Penyatu
9.    lapisan social yang bersifat terbuka memberikan ruang gerak yang cukup luas terhadap kemungkinan pindahnya seseorang dari satu lapisan ke lapisan yang lain. Dibawah ini satu-satunya yang tidak memungkinkan terjadinya stratifikasi terbuka ialah…..
    a. kekayaan      b. kasta                    c. kepandaian       d. kekuasaan        e. kedudukan
10.  Timbulnya stratifikasi social disebabkan oleh adanya ……
    a. kedudukan yang berlapis-lapis                                d. peran yang dihormati oleh kelompok
    b. sesuatu yang dianggap berbeda                             e. hak dan kewajiban anggota masyarakat
    c. sesuatu yang dihargai lebih oleh masyarakat
11.    Pada masyarakat manapun kita selalu menjumpai adanya pembedaan tingkatan dalam masyarakat sehingga kita dapat mengambil kesimpulan bahwa ……
    a. pelapisan social merupakan kemauan masyarakat
    b. berlaku dalam masyarakat yang majemuk
    c. tidak terjadi pada masyarakat tradisional
    d. pelapisan berlaku universal
    e. diberikan pada kelompok elit.
12.  Pelapisan masyarakat menjadi kelas atas, kelas menengah dan kelas bawah berdasarkan atas criteria…..
    a. social                   b. politik                    c. kekayan                 d. peran social              e. budaya
13.    Sebelum budaya asing masuk wilayah Indonesia, stratifikasi social masyarakat Indonesia bersifat……
    a. agraris                 b. feodal                   c. modern                   d. colonial                      e. kuno  
14.    Berikut adalah hal-hal yang menandai diferensiasi social, kecuali…….
    a.  suku bangsa, klan, bahasa                                 d. klan, ras, kepandaian
    b. ras, suku bangsa, profesi                                    e. asal daerah, agama, profesi
    c. partai, agama, jenis kelamin
15.    Berikut ini cirri-ciri ras, kecuali…..
    a. warna kulit       b. bentuk mata      c. bentuk wajah     d. bentuk kepala     e. induk bahasa yang ssama
16.  Diferensiasi social atas daras profesi yang merupakan penyebab timbulnya perbedaan kelas social adalah perbedaan……
    a. usia                                                                       d. mata pencaharian
    b. tinggi rendahnya profesi                                     e. penghasilan yang didapat 
    c. sikap penampilan
17.    Perbedaan penghasilan, pendidikan dan ketrampilan dapat dijadikan petunjuk diferensiasi social atas dasar……
    a. ras                        b. umur                   c. jenis kelamin           d. profesi                 e. kesukuan  
18.    Tumpang tindihnya keanggotaan masyarakat akibat diferensiasi social disebut……..
    a. konsolidasi social                                                  d. interseksi social
    b. kemajemukan social                                            e. heterogenitas social
    c. homogenitas social
19.    Konflik social yang terjadi di Poso, Ambon yang dilatarbelakangi oleh factor agama mrupakan pengaruh negative dari………..
    a. stratifikasi social                                                   d. diferensiasi social
    b. perubahan social                                                  e. peran social
    c. dinamika social
20.     Munculnya sebutan Negara industry, Negara berkembang dan Negara terbelakang dalam stratifikasi social masyarakat didasarkan pada criteria…….
    a. politik            b. industry                 c. social                       d. budaya                e. pertahanan

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar!
1.    Bedakan difinisi status social dan peran social ?
2.    Berikan contoh bahwa seseorang tidak hanya menyandang satu status social?
3.     Sebutkan ciri-ciri struktur social ?
4.    Mengapa konflik peran bisa terjadi?
5.     Jelaskan fungsi pembelajaran dalam struktur social ?
6    Apa beda stratifikasi social terbuka dengan stratifikasi social tertutup ?
7.     Berikan contoh struktur social luwes dalam kehidupan masyarakat ?
8.    Sebutkan bentuk-bentuk diferensiasi dalam masyarakat ?
9.    Sebutkan dampak positif adanya stratifikasi social ?
10.    Apakah pengaruh-pengaruh yang ditimbulkan daari adanya diferensiasi social ?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

> Hanya menerima komentar yang berhubungan dengan artikel, atau berupa kritik dan saran yang berhubungan dengan Blog ini.
> Komentar Sara, Spam, Link atau Anonim tidak diizinkan.
> Setiap komentar yang masuk akan saya approve kecuali komentar yang menyalahi aturan.
> Terima kasih telah berkunjung di Blog sederhana ini. Salam sukses..!